Manado, VoxSulut.Co.id – RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition, dengan tema All About Diabetic Retinopathy: From Early Detection to Management.
Kegiatan ilmiah internasional ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis antara para pakar retina dari Indonesia dan mancanegara, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang vitreoretina dan penatalaksanaan diabetic retinopathy di Indonesia.

Webinar secara resmi dibuka oleh Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K)., FIHA., MARS, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi global guna menghadapi meningkatnya angka diabetes mellitus beserta komplikasi kebutaan akibat diabetic retinopathy.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dr. Yune Laukati, MARS, bersama jajaran Unit Pendidikan dan Pelatihan, termasuk Ns. Jimmy Kamagi, S.Kep, selaku Plt. Asisten Manajer Pelatihan, yang berperan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ilmiah ini.

Acara dipandu oleh dr. Raul Christianus Zachawerus, S.Ked, Health Ambassador of North Sulawesi 2026, dengan sesi ilmiah dimoderatori oleh Dr. dr. Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed., Sp.M(K) dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.
Webinar menghadirkan empat pakar retina terkemuka dari tiga negara yang membahas perkembangan terbaru dalam diagnosis dan tata laksana diabetic retinopathy.

Dari Indonesia, hadir Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K), Kepala Divisi Vitreoretina RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, yang membawakan materi mengenai advanced retinal imaging dan deteksi dini diabetic retinopathy.
Materi mengenai strategi farmakologis dalam penatalaksanaan diabetic retinopathy disampaikan oleh Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS**, Ketua Departemen Oftalmologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, yang selama ini aktif mengembangkan berbagai kegiatan ilmiah dan kolaborasi internasional di lingkungan Departemen Oftalmologi.
Dari India, webinar menghadirkan Dr. A. Syed Mohideen Abdul Khadar, M.B.B.S., M.S., Head of the Department of Ophthalmology and Vitreoretina Services, Aravind Eye Hospital, India, yang membagikan pengalaman mengenai tantangan bedah pada diabetic retinopathy stadium lanjut berdasarkan pengalaman salah satu pusat layanan mata terbesar di dunia.
Sementara itu, perspektif internasional dari Singapura disampaikan oleh Dr. Yuen Yew Sen, M.B.B.S., M.Med., FAMS, Consultant Vitreoretinal Surgeon, National University Hospital (NUH), Singapore, melalui pembahasan mengenai real-world diabetic retinopathy management, berbasis kasus klinis dan pengalaman praktik sehari-hari.
Melalui webinar ini, para peserta memperoleh pembaruan ilmu mengenai deteksi dini diabetic retinopathy, penggunaan teknologi pencitraan retina terkini, terapi farmakologis modern, tata laksana bedah vitreoretina, hingga berbagai pendekatan berbasis bukti dalam menangani kasus-kasus kompleks.
Penyelenggaraan Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mendorong implementasi pelayanan oftalmologi yang semakin berkualitas, inovatif, dan berbasis bukti ilmiah demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang retina dan diabetic retinopathy.
Dengan menghadirkan pakar-pakar nasional dan internasional dalam satu forum ilmiah, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, mempererat kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan dampak nyata dalam upaya pencegahan kebutaan akibat diabetes melalui pelayanan retina yang lebih baik di Indonesia.(kison)
