Manado, VoxSulut.Com – Pengukuhan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) Cabang Manado periode 2023-2025, yang diadakan secara hybrid Sabtu 11 Maret 2023 di Aula RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, dirangkaikan dengan kegiatan online symposia dan workshop “Update On Insomnia 2023: Insomnia in Various Clinical Settings” dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan tentang peran dan kedudukan ilmu kedokteran jiwa dalam penatalaksanaan insomnia dalam praktek klinis sehari-hari.
Dalam sambutannya juga Ketua IDI Wilayah Sulawesi Utara, dr. Franckie R.R. Maramis, M.Kes, PKK, SpKKLP setelah melantik kepengurusan yang baru, menyampaikan pentingnya sinergitas antar spesialistik dalam penanganan berbagai kasus yang ada di masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang terdiri dari psikiater, neurolog, internist, dan dokter umum dari berbagai daerah di Indonesia.
Meskipun animo pendaftar sangat tinggi namun peserta dibatasi dan terpantau 112 peserta aktif yang mengikuti kegiatan, yang mana hal tersebut menurut Ketua Panitia dr. Linny G.M. Liando, SpKJ(K) dilakukan agar workshop berlangsung dengan efektif dalam 6 kelompok yang dipimpin oleh 6 fasilitator psikiater handal yang berasal dari Manado, Gorontalo, dan Ternate.
Materi symposium dan workshop pun dibawakan dengan sangat menarik dan informatif oleh Dr. dr. Nurmiati Amir, Sp.KJ(K) yang notabene adalah staf pengajar senior di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia khusus Divisi Psikiatri Biologi dan Psikofarmakologi.
“Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang ditandai dengan sulitnya masuk tidur, sering terbangun tengah malam, terbangun dini hari, sulit tidur kembali ataupun meski tidur, tidak menyebabkan rasa segar di pagi hari,” tegas Dr Nurmianti.
Saat ini tambah dia kejadian insomnia makin meningkat seiring dengan tingginya stressor yang terjadi di masyarakat modern. Padahal, tidur sangat penting untuk restorasi otak sehingga mengalami insomnia akan berdampak buruk terhadap fisik.
Ia dapat menyebabkan berbagai penyakit fisik seperti hipertensi, diabetes dan jantung serta sering pula berkomorbid dengan penyakit fisik lainnya seperti obesitas, GERD dan Covid – 19.
Satu dari tiga orang melaporkan adanya gejala insomnia dalam satu tahun terakhir. Sebuah studi dari SHoT (Student’s health and wellbeing study) yang dilakukan terhadap 162.512 mahasiswa berusia 18 – 35 tahun pada Juni 2021 di Norwegia dengan uji test Pearson Chi – squared ditemukan hasil bahwa angka kejadian insomnia adalah 21,7% pada kelompok sehat dan meningkat lebih tinggi lagi hingga 59% dengan komorbid kecemasan, 83,3% dengan komorbid Skizofrenia, 20% untuk komorbiditas kanker dan diabetes, 74,2% dengan komorbid gangguan makan, dan 34% dengan komorbid stroke. Dari WHO menyebutkan bahwa 86% penduduk dunia mengalami gangguan tidur, sedang di Indonesia sendiri dari Cable News Network Indonesia tahun 2017 disebutkan bahwa prevalensi insomnia mencapai 10% yang artinya dari total 238 juta penduduk Indonesia maka ada 23 juta jiwa menderita insomnia.
dr. Anita Elisabet Dundu, Sp.KJ sebagai Ketua yang baru dilantik, didampingi oleh sekretaris dr. Ireine S.C Roosdy, M.Kes., Sp.KJ mengungkapkan terimakasih terhadap pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan serta berharap ke depan PDSKJI Cabang Manado makin nyata kiprahnya memajukan ilmu kedokteran jiwa di Manado demi tercapai masyarakat Manado dan sekitarnya yang makin sehat jiwa dan optimal dalam menjalankan peran serta sebagai warga negara dan warga masyarakat yang baik.(vsc)
