Dana Rohaniawan Jangan Dipolemikan, Laluyan: Ini Bukan Pembagian Bansos !!!

oleh -829 Dilihat
Jeane Laluyan

Manado, Voxsulut.com – Anggota DPRD Kota Manado Jeane Laluyan sesalkan polemik yang dilakukan salah satu Anggota DPRD Manado terkait dana insentif rohaniawan.

Menurutnya bahwa Pemerintah dibawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang memberikan apresiasi kepada tokoh agama dengan menganggarkan kembali dana insentif rohaniawan 2.1 Miliar setelah tidak dianggarkan 2021 oleh Pemerintahan sebelumnya.

“Sangat disayangkan Anggota DPRD Manado buat polemik terkait dana insentif rohaniawan, ditengah-tengah gencar-gencarnya upaya Pemerintah mengatasi masalah klasik yang tidak mampu diselesaikan oleh Pemerintahan sebelumnya seperti banjir dan sampah,” sesal Jeane Laluyan.

Menurutnya sebagai Anggota DPRD Manado harus mampu mencari data jelas pada bagian yang tidak di mengerti.

“Sebagai Anggota DPRD kita harus mampu menjembatani dan berkordinasi sebagai tugas kontrol kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat seperti dana insentif rohaniawan, karena setiap kebijakan telah di kaji dengan kemampuan keuangan daerah dalam menangani masalah yang ada di kota Manado,” jelas Laluyan.

Laluyan juga mengingatkan bahwa dana insentif rohaniawan bukan bansos.

“Ini merupakan bentuk penghargaan AARS kepada tokoh agama, jadi jangan salah dimengerti itu bantuan operasional kepada para rohaniawan dalam pengembalaan pada jemaat bukan bansos, jangan dilihat nominalnya tapi penghargaan dari pemerintah kalau nominalnya berbeda mengacu pada jumlah proporsional yang dilayani tokoh agama,” ujarnya.

Terkait dengan infrastruktur, Laluyan berharap lihat keseluruhan dari pembangunan Kota Manado.

“AARS baru menjabat 8 bulan, tapi coba progres penanganan banjir dan sampah boleh di nilai, jadi jangan melihat di satu lokasi saja semua secara bertahap di perbaiki, karna untuk pembangunan Kota Manado tidak semudah membalikkan telapak tangan atau hanya omongan saja,” sentilnya lagi.(andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *