Bolmong, Voxsulut. Com –
Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (28/7) temui petani di Dumoga Raya. Pertemuan tersebut dalam rangka menampung aspirasi petani terkait dengan alat pertanian serta bantuan bibit jagung.
Hal ini disampaikan langsung oleh para petani yang merupakan Gabungan Induk Petani serta dihadiri juga oleh para pemuka masyarakat, Sangadi serta kelompok tani.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi II diharapkan mampu menjawab aspirasi petani perihal pembagian alat pertanian yang dinilai tidak merata dan hanya menumpuk di tempat-tempat tertentu.
“Bahkan ada kelompok tani yang tidak mendapat bantuan alat pertanian seperti alsintan, TR2 bahkan TR4,” Tegas Suardi Baderan.
Adapun, terkait dengan rehab bendungan Kosinggolan, yang akan membuat area persawahan kering diharapkan petani agar Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan bibit Jagung untuk mengganti padi yang belum bisa dimaksimalkan karena akan dilakukan pengeringan sekitar 7 bulan.
Perwakilan petani, Alfons juga menyuarakan bahwa BMR merupakan lumbung pertanian di Sulawesi Utara, tapi nyatanya perhatian pemerintah tak sesuai kenyataan.
“Pemerintah hanya pandang sebelah mata,” Singkatnya.
Terpantau, rapat Komisi II bersama petani berjalan cukup alot.
Ketua Komisi II DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan ini akan ditampung.
“Kami akan menindaklanjutinya,” Kata Sandra.
Turut hadir, Personil Komisi II Jems Tuuk, Inggried Sondakh, Cristo Lumentut, Heri Rotinsulu dan Nursiwin Dunggio. (FalenJaksen)
